“Tugas & kewajibanku”

Selasa, 28 Oktober 2008
        Malam itu terasa sungguh lama sekali,sambil nonton Tv aku belum juga bisa memejamkan mata dengan cepat. Perasaanku
tidak menentu terasa seperti gelisah tetapi kegelisahan itu tidak aku tau sebabnya. entah beberapa hari ini perasanku malam-malam terasa ngeri
maklum aku tinggal sendirian di rumah di Denpasar, karena kedua orang tuaku tinggal dikampung.
Sering aku merasakan sesuatu yang aneh ketika aku beranjak kedapur untuk mengambil segelas air. perasaan yang takut dan merasakan bahwa ada yang mengawasiku tapi entah dimana?
Hingga saat malam itu juga aku berusaha mencari penyebabnya. Ya akhirnya aku mulai mencuci mukaku dan duduk di dalam kamarku sekalian merenung dan mencari apa yang membuat aku gelisah.
Aku memejamkan mataku sambil berdoa dan membayangkan setiap sisi rumahku. Perasaanku merasakan rumahku kacau sekali tapi aku yang gak tau apa2 jadi bingung harus berbuat apa???
Nah akhirnya aku tertuju pada padmasana yang ada didepan rumahku,saat itu juga aku tidak kuasa untuk menegakan badanku yang semula tegap menjadi membungkuk
dan akhirnya perasaan sedih dan haru pun keluar dengan sendirinya.
Aku pun tidak tau yang aku rasakan, badanku tidak bisa ditegakan, hatiku merasa sedih.. tapi sedih karena apa…?
Perlahan aku mencoba merasakan dengan pelan-pelan akhirnya batinku meresakan sesuatu,,, sesuatu kewajiban yang aku sering lupakan pada sehari-hari.
Aku memang jarang melakukan kewajibanku sebagai manusia, Sembahyang adalah sesuatu yang wajib kita lakukan sebagai umat manusia
untuk mendekatkan diri ke TUHAN kita. ya.. perasaan selama ini yang membuatku gelisah mungkin karena aku melupakan kewajibanku sebagai manusia–>” sembahyang..”
  Ya itulah manusia kadang jika sudah telena dengan kehidupan dunia ini seakan kita juga melupakan siapa yang telah memberikan kita nafas dan hidup…
Setelah aku tau perasaan yang membuatku gelisah akhirnya tubuhku bisa berdiri tegak lagi..
………

6 Tanggapan

  1. first coment,

    Mengenai tulisan,
    Saya mau tanya, pengalaman Dewa adalah hari selasa tanggal 30 Oktober 2008, sedangkan tulisan ini dibuat dan diposting tanggal 29 Oktober 2008, dan tanggal 30 Oktober 2008 besok (sekarang tanggal 29 Oktober 2008 hari rabu) adalah hari kamis, ini dibuat sehari sebelum pengalaman itu terjadi. Apa ini salah tulis atau bagaimana?

    Mengenai pengalaman,
    hmm.Mari kita ngumpul, sangat menarik mbah. Atur waktunya ajak juga juga Mbah Eka.

  2. ok.. he.. ralat.. bukan 30 tpi.. 28 malam haa….ya. habis gak sabar mw kemalang nih,..heeeeeee

  3. Kesepian oh kesepian…saya tau rasanya…..memang menyedihkan…
    Jadikan kesepian ini sebagai teman dalam perenungan, mungkin akan sedikit bermanfaat daripada keramaian yang tidak karuan dan memabukkan.

  4. merenung di malam hari emang paling pas terutama bila kita hendak mengkaji tentang kehidupan tapi untuk dewa saya sarankan untuk berhati-hati

    jangan sampai niat inging merenung malah menjadi melamun apalagi melamun jorok wakakakaka…

  5. Nahhhh githu dong jangan lupa pada yang Parama kawi,Tenangnya Bathin damai Hidup akan terasa lebih jika kita dekan denganNYA. hehehehe😀

  6. jarang sembahyang bukan berarti lupa pada Tuhan, karena mendekatkan diri bisa dengan banyak cara. Tapi akan lebih baik jika kita bisa menunaikan kewajiban sebagai umat beragama itu dilakukan secara teratur dan terus menerus.

    Dew@_@jus : Terima Kasih atas sarannya..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: