Aku Sayang Kalian (BAPAK-IBU)

              Saat itu Rabu (19 November 2008) jam menunjukan pukul 21.30 aku pulang sehabis jalan-jalan melepaskan rasa penatku yang melakukan aktivitas pekerjaanku yang setiap hari monoton seperti itu, bypass Ngurah Rai pun aku telusuri sampai ke ujung. Bosan sudah aku jalan-jalan akhirnya aku belokkan motorku untuk menuju rumah ku tercinta.
             ENtah karena apa, pikiran ku di jalan terlintas kepada kedua orang tuaku waktu itu. Perasaan itu sungguh membuatku sedih dan terharu hingga diriku merasa hina n penuh dosa kepada kedua orang tuaku.  Dalam benakku seperti ada yang sengaja membuat pertanyaan:

  1. “Entah berapa pengorbanan yang orangtuamu lakukan untuk membesarkanmu?”
  2. “AKankah kamu bisa membalas budi apa yang kedua orang tuamu berikan kepadaku?”
  3. “Seberapa besar dan kapan akan kamu balas jasa kedua orang tuamu itu? apa menunggu mereka tua? apa menunggu mereka berpulang ke padaNYA?

Ya Tuhan..waktu itu aku tersentak dan tidak bisa menjawab semua yang dilontarkan oleh pikiranku sendiri, aku hanya bisa termenung mengingat kasih sayang yang diberikan kedua orangtuaku. Memang walau diganti dengan nyawaku ini tidak akan bisa aku membalas budi Mereka,
Mereka yang telah melahirkanku Mereka yang telah membesarkanku, Meraka yang telah merawatku, Mereka yang telah membuat aku menjadi seperti sekarang,,Mereka.., Mereka………….
sampai habis halaman ini tidak akan bisa aku sebutkan kasih sayang yang diberikanNYA.
Mereka yang membimbingku sampai sekarang, Bapakku yang membimbing penuh dengan sikap yang keras tapi mendidik mengarahkanku  untuk bisa tabah dalam menjalani hidup ini, sedangkan Ibuku yang membimbingku dengan penuh kasih sayang untuk membentuk hatiku agar penuh dengan kasih sayang. Memang jika aku pikir umurku yang sekarang 24 tahun aku pakai setengah sisa umurku tidak akan bisa meembalas semua jasaNYA.
            Sambil mengendarai motorku menuju rumah, aku terus berdoa dan sesekali memandang langit untuk mendoakan agar kedua orang tuaku  diberikan kebahagiaan dan kesehatan. Rasa Terharuku pun bangkit jika aku melihat ke masa lalu, teringat disaat aku selalu berbohong kepada kedua orangtuaku sendiri.

            AKu sering meminta uang untuk berbelanja dengan alasan untuk membayar buku di sekolah dulu, bukan hanya itu pernah sekali aku pergi dari rumah karena dimarah karena berbuat salah dan masih banyak lagi yang perbuatan yang tidak pantas aku lakukan sebagai seorang anak.

             Tapi apa yang aku terima.. Kedua orang tuaku tidak pernah dendam sama aku bahkan mereka berusaha memberikan apa yang aku minta,  Mereka tidak pernah bilang tidak punya didepanku jika aku minta, jika aku pikir, kerja untuk mencari uang bukalah gampang, sedangkan mereka dulu tidak pernah mengeluh apalagi memunculkan rasa capek setelah bekerja hanya untuk memenuhi permintaan yang aku minta.

Ya Tuhan Ampunilah dosaku…

Mereka bukan hanya superhero seperti di film-film tetapi bagiku mereka adalah utusan dan kaki tangannya TUHAN bagiku..
 AKhirnya tidak terasa juga motorku sudah samapi depan gang rumahku. memang sampai sekarang perbuatan apapun tidak akan bisa membalas jasa kedua orangtuaku aku hanya bisa berkata

“BAPAK-IBU AKU SAYANG KALIAN MELEBIHI SEGALANYA, “

TERIMA  KASIH ATAS SEMUA YANG ENGKAU BERIKAN

AKU SAYANG KALIAN…(Bapak – Ibu yang telah membesarkan aku).

3 Tanggapan

  1. First koment,

    Pengalaman yang baik sekali Bro, sudah seharusnya seorang anak berfikir seperti itu, namun hati-hati kalo naik motor sambil merenung seperti itu, jangan sampai kecelakaan gara-gara merenung, kasian ntr orang tua nya Dewa jadi repot.

    Benar sekali bawasanya sungguh banyak pengorbanan orang tua kita, sudah waktunya kita membalas dengan kasih sayang pula, uang tidak akan pernah cukup membalas.

    Sekarang kan udah bisa massage reflexy, udah di massage lum bapak-ibunya??? siapakah orang pertama yang dewa massage? kalo saya orang pertama yang saya massage adalah ibu.

    Dan sekedar share, bagi yang akan dan sudah bekerja, ada baiknya gaji pertama utuh diserahkan kepada ibu, karena ini adalah simbolik dan ada makna, mengenai makna nanti kita cerita lagi.

    OK, cerita yang menarik. Tnx

  2. saya juga sering merasakan hal yang pak dewa rasakan, memang kita tidak akan pernah bisa membayar apa yang orang tua berikan , tetapi itu sudah hukum Tuhan, hal yang serupa akan kita alami manakala kita memiliki anak – anak nanti, kita juga harus memberikan kasih sayang tanpa reward, cinta tulus tanpa syarat, ciuman hangat tanpa pamrih, sebagai konsekuensi karena kita telah menerima hal yang serupa terlebih dahulu…. dan jangan pernah berhenti untuk sayang pada orang tua kita, whenever, wherever you are….
    Bagi saya membahagiakannya adalah sesuatu yang paling berharga untuk orang tua kita (apapun caranya)

    Dew@_@jus : Thanks atas sarannya, memang hukum sebab akibat akan terus berjalan sejalan dengan kehidupan kita baik sekarang, masa lalu ataupun nanti🙂

  3. Hallo Dewa, apa kabar…….
    Keberadaan orang tua itu memang tidak ada duanya di dunia ini. kawaii ayu juga sangat menyayangi orang tua dan kawaii ayu rela mengorbankan apa saja demi mereka karena cinta mereka itu murni….
    selain itu kita juga harus menghormati orang tua dan yang paling utama adalah Ibu….yang kedua ibu, yang ketiga ibu, dan yang keempat adalah ayah…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: